Home

Latest News

Popular

Gratis Naik Bus Transkawanua

SUARAMANADO, Untuk membantu warga Kota Manado yangakan merayakan liburan hari raya idul fitri, pemerintah Kota Manado mengambil kebijakan untuk menghadirkan Bus Kuning Trans Kawanua. Nampak bus tersebut mondar-mandir di bilangan jalan Boulevard dan Sam Ratulangi Manado.

Bus Trans kawanua yang bisa menampung puluhan penumpang, mangkal dan mengangkut penumpang di depan gedung Eks. Dewan Perwakilan Rakyat Minahasa, depan Bank Sulut. Penumpang yang diangkut adalah jurusan Samrat, Sario, Bahu dan Malalayang. Penumpang berbondong-bondong naik ke bus tersebut tanpa menghiraukan kenyamanan dan keselamatan untuk bisa berada di dalam bus.

Menurut pantauan wartawan SuaraManado, penumpang tidak dikenakan biaya sepeserpun. Hal ini membuat iri bagi penumpang yang ingin menuju ke daerah Teling, Paal Dua dan Tuminting. Saat diwawancarai beberap penumpang dari daerah Teling mengatakan bahwa sopir Bus Trans Kawanua mungkin takut melewati daerah Teling karena preman-preman di daerah Teling akan mencegat mereka. Mereka takut karena resiko yang paling mungkin terjadi adalah pelemparan bus dengan batu.

Beberapa warga berharap, pemerintah bisa menyelesaikan masalah ini dengan menempatkan petugas polisi di bus tersebut. Tindakan cepat dari pemerintah sengat diharapkan warga karena mereka akhirnya harus mengeluarkan biaya ekstra untuk transportasi. Menurut penuturan warga, mereka dikenakan tariff ojek sekitar Rp 10.000,- untuk sekali jalan dari pusat kota ke tempat tujuan mereka. SuaraManado mengkonfirmasi kepada beberapa ojek, dan mereka mengiyakan tarif tersebut namun semuanya tergantung penumpang. Tidak ada unsur paksaan dan pemerasan, karena kondisi dan keadaan ungkap beberap ojek yang mangkal di depan Multi Mart Samrat.

Last Updated (Wednesday, 08 September 2010 16:09)

 

Server ATM Bank Sulut Tidak Jalan

SUARAMANADO, Nasabah Bank Sulut dibuat bingung dengan pengumuman di setiap ATM Bank Sulut bahwa mesin ATM tidak bisa diakses. Salah satu nasabah Bank Sulut yang harus berbelanja, keluar dari ATM dengan muka kusam dengan kata-kata omelan kepada pihak Bank Sulut karena dana mereka tidak bisa ditarik untuk keperluan belanja hari raya ideul fitri.

Pelanggan-pelanggan Bank Sulut hari ini 08/09/2010 sangat kecewa dengan pelayanan Bank Sulut. Menurut mereka, semua ATM Bank Sulut yang mereka kunjungi di Kota Manado, semuanya tidak bisa mengeluarkan uang bahkan tidak bisa mengecek jumlah saldo. Salah seorang nasabah akhirnya mencari mesin ATM Bank lain yang merupakan bank mitra (ATM Bersama) ternyata bermasalah juga.

Menurut pantauan wartawan suaramanado, di kantor pusat Bank Sulut di bilangan jalan Sam Ratulangi juga terjadi penumpukan nasabah. Mereka harus antri berjam-jam namun kecewa karena akhirnya pelayanan bank ditutup pukul 15.00 WITA. Beberapa karyawan yang dihubungi memberikan keterangan berbeda akan permasahalaan ini. Hampir tidak ada solusi bagi nasabah yang keperluannya sangat mendesak untuk mendapatkan uang kas saat liburan. Diantara pelanggan yang sempat diwawancarai berketetapan untuk memindahkan uang mereka ke bank lain sesudah mereka pulang berlibur idul fitri.

Menurut info dari beberap nasabah yang sempat kami wawancarai adalah, kemungkinan Bank Sulut mengalami permasahalaan kas sehubungan dengan penarikan miliaran rupiah dari Pemkab Sangihe yang kecewa dengan manajemen Bank Sulut yang menonjobkan putra Nusa utara di bank tersebut. Hal ini membuat mereka kekurangan uang kas dan menutup akses penarikan kas di setiap mesin ATM.

Last Updated (Wednesday, 08 September 2010 16:07)

 

Martadinata Macet, Angkot Lumpuh

Sopir Trayek Paaldua, Kairagi dan Perkamil mogok

SUARA MANADO, Saat masyarakat sibuk berbelanja untuk keperluan menjelang libur Idul Fitri, para sopir angkutan kota (angkot) trayek Paaldua, Perkamil dan Kairagi malah mogok. Demo mogok ini menyebabkan angkutan penumpang ke arah pusat kota Manado lumpuh. Pantauan SUARAMANADO dari lokasi, hingga saat ini, kemacetan masih terjadi di jalan Martadinata Manado. Hal tersebut menyebabkan berjubelnya penumpang ke arah trayek Paaldua, Kairagi, Perkamil di titik Zerro Point. Petugas lalu lintas nampaknya tidak dapat berbuat apa-apa, sementara pihak pemerintah sendiri belum menyediakan angkutan alternatif untuk menyelesaikan masalah ini.

Harun, seorang penumpang 'terlantar' yang ditemui di Zerro Point mengaku panik dan sangat terganggu dengan ketiadaan angkutan umum ini, padahal ia harus segera pulang untuk persiapan hari raya. Pemerintah diminta tanggap terhadap masalah yang sedang dihadapi warga dan segera menyediakan angkutan alternatif.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pasca diberlakukannya kebijakan one way traffic, para sopir angkot  keberatan karena waktu yang ditempuh untuk pulang-pergi menjadi lebih lama sehingga merugikan mereka. Perwakilan sopir sudah melakukan demo di Dewan Provinsi beberapa waktu yang lalu dan Walikota Manado sendiri sudah menyampaikan bahwa pemberlakuan kebijakan satu jalur sifatnya uji coba dan akan berlaku selama satu bulan. (lm)

Last Updated (Wednesday, 08 September 2010 21:36)

 

Pemerintah Harus Antisipatif Mengatur Angkutan Kota

SUARAMANADO, Menghadapi hari lebaran yang sudah didepan mata, hendaknya pemerintah memiliki alternatif angkutan kota untuk mengantisipasi kenyamanan penumpang dalam mempersiapkan diri menghadapi hari raya ini. Selain untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pemerintah juga harus mengantisipasi jika sopir angkot mogok karena kebijakan satu arah jalur boulevard dan samrat.

Herry Rumambi, seorang pegawai salah satu bank ternama di Kota Manado merasa prihatin melihat kesusahan handai taulannya yang menderita kepanasan akibat terik matahari yang sangat menyengat disaat mereka berjam-jam menunggu datangnya mikrolet yang tidak kunjung tiba karena ada demo para sopir angkot. Lebih parah lagi para penumpang tidak berdaya karena di tangan mereka ada banyak bungkusan belanjaan yang harus dibawah mereka. Syukur-syukur penumpang yang tidak ada muatan bisa langsung naik ojek yang kebetulan lewat menawarkan jasa ojekan.

Herrry berharap pemerintah harus sigap dan tegas menghadapi permasahalaan ini. Menurutnya dia sudah menghubungi beberapa petugas di bagian infokom untuk cepat menghubungi mitra pemerintah untuk cepat menyiapkan alternatif angkutan kota. Kalau bisa Bus Trans Kawanua yang ada di departeman perhubungan dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah ini, demikian papar Herry Rumambi yang juga sebagai tokoh pemuda di salah satu organisasi kepemudaan di Kota Manado.

 

 

 

Jelang Lebaran, Perusahan Diminta Lunasi THR

Perusahaan wajib melunasi THR 7 Hari sebelum hari 'H'

SUARAMANADO - Mengingat semakin dekatnya hari raya Idul Fitri, pembayaran THR bagi karyawan harus diselesaikan.  Perusahaaan seharusnya,sudah menyelesaikan kewajibannya tujuh hari sebelum hari ‘H’. Hal ini disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Sulut, Benny Ramdhani, kepada beberapa wartawan Senin siang.


Dengan melihat banyaknya pengalaman yang terjadi waktu lalu, perusahaan yang membagikan THR  sesudah hari raya bagi pegawainya, maka dengan itu Ramdhani menghimbau kepada pihak terkait  untuk segera membagikan THR. ”Jika himbauan tersebut tidak diindahkan, saya hanya mengingatkan secara tegas kepada perusahan yang tidak membagikan THR tersebut, untuk segera bersiap-siap mendapatkan sanksi yang cukup memberatkan. Pastinya, DPRD Sulut tidak akan membiarkan hal ini terabaikan. DPRD Sulut juga tidak akan main-main dalam permasalahan ini,” tegas Ramdhani. (Ferlyando Sandala)

Last Updated (Tuesday, 07 September 2010 10:37)

 
Who's Online
We have 3 guests online