Menu Utama
  • Home
  • Profil Suara Manado
  • Akses E-Mail
  • Administrator
Berita
  • Manado
  • Tomohon & Minahasa
  • Minahasa Selatan
  • Minahasa Tenggara
  • Minahasa Utara
  • Bitung
  • Sangihe Talaud & Sitaro
  • Bolaang Mongondow
Sekilas Info
  • Info Komputer
Archive
Home Minahasa Tenggara Bayi Tak Berkelopak Mata Lahir di Pusomaen.

Bayi Tak Berkelopak Mata Lahir di Pusomaen.

postdateiconFriday, 09 April 2010 06:49 | postauthoriconWritten by Otnie Tamod | PDF | Print | E-mail
User Rating: / 2
PoorBest 

 

SUARAMANADO 09/04/2010:Karunia Manopo-begitu nama bayi lucu, namun aneh. Pasalnya bayi tersebut lahir tanpa kelopak mata. Anak keempat dari pasangan suami istri Jefry Manopo (36) dan Yenni Sawel (36) itu, lahir pada Selasa (06/4) lalu, sekitar pukul 10.00 Wita di Desa Makalu Jaga Satu Kecamatan Pusomaen.

Desa tersebut sekitar, 25 kilometer dari pusat kota Ratahan, Ibu Kota Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Bayi yang dilahirkan atas bantuan bidan kampung ini, mendadak menghebohkan warga Kabupaten Mitra, karena bentuk tubuhnya yang aneh. Sejak bayi itu dilahirkan, rumah keluarga tersebut selalu ramai dikunjungi masyarakat.

Bukan hanya masyarakat di Kecamatan Pusomaen saja, tapi dari Kecamatan Belang dan Ratahan-pun ingin menyaksikan bayi tersebut. “Torang le penasaran. Sebab depe mata merah,” tutur warga yang berada dilokasi tersebut.

Menariknya, keanehan bayi itu bentuk tangan dimana jari-jarinya mirip kaki kucing dan kakinya yang belum sempurna. Selain itu, bayi tersebut tidak memiliki daun telinga dan kulit kelopak mata. “Kepalanya terkupas,” kata ayah bayi Jefry Manoppo yang didampingi omanya. “Dokter sudah periksa. Namun kata Dokter, Kurnia pe jantung sehat,” ujar Jefry yang bermata pencaharian petani cap tikus ini.

Yenni Sawel sang ibu, terpaksa dipisahkan dengan Kurnia untuk kesehatannya. Di dalam kamar yang berukuran 3 x 4 meter itu, Yenni terlihat lemas dan memanjatkan doa kepada Tuhan. “Puji Tuhan, sebab kami yakin apa yang Tuhan berikan bagi kami keluarga adalah yang terbaik,” kata Syamas Kolom 17 Jemaat GMIM Imanuel Makalu ini kepada sejumlah wartawan yang berada dilokasi tersebut.

Ibu Bayi mengatakan, selama hamil, saya selalu rajin ke Posyandu memeriksakan kandungan saya. “Seingat saya, tidak pernah melakukan hal-hal yang aneh. Hanya pada kehamilan saya ini, saya merasa mual dan tidak suka makan. Selain itu, waktu melahirkan sangat sakit dan siksa yang saya rasa,” tuturnya, seraya mengharapkan uluran tangan dari masyarakat dan bantuan dari Pemkab Mitra.

Pemkab Mitra sendiri, telah memberikan bantuan kepada keluarga. “Saya sudah sampaikan ke Kadis Kesehatan untuk segera melihat kondisi ibu dan anak. Untuk memberikan bantuan untuk Kurnia,” ujar Bupati Mitra Telly Tjanggulung (T2) saat ditanya sejumlah wartawan.

Laporan : Otnie Tamod Biro Mitra

< Prev   Next >

Last Updated (Tuesday, 31 August 2010 22:30)

 

Copyright © 2010 by Infotek Manado.

Designed by Eugen Dener.